Wednesday, September 4, 2013

Contoh melatih anak untuk mengambil keputusan

Alhamdulillah, senang rasanya ketika mendapati bahwa anak anak yang homeschooling mempunyai banyak pengalaman untuk belajar beradaptasi. Ketika di negeri seberang, mereka asyik belajar dengan abi dan ummi melalui homeschooling, namun ketika berada di Indonesia mereka menikmati belajar di kelas di sekolah mereka dahulu. Jadinya mereka mempunyai pengalaman belajar yang berbeda, dan Alhamdulillah mereka mampu beradaptasi dengannya.

Ketika sekolah mereka akan mengadakan kegiatan ekstrakurikuler, maka anak anak memberitahukan info ini ke umminya. Adapun kegiatan ekskul nya adalah beladiri, cooking, majalah dinding, art, science club, dan lain lain.

Saya mengamati ada beberapa tanggapan dari anak anak ketika mendapati hal ini. Ketika ditanya ibunda mereka tentang pilihan ekskul mereka, ada yang menjawab ,”aku gak tahu”, ada yang menjawab, “terserah mama aja”, serta ada yang percaya diri menjawab, “kakak pilih science club mi”.

Puji syukur kepada Allah Ta’ala karena kami telah mendapat ilmu bahwa anak anak harus dilatih mengambil keputusan sendiri. Catatannya sudah saya rangkum di blog ini pada posting sebelumnya, seperti melatih anak bertanggung jawab . Saya berpikir, ”nah ini kesempatan untuk melatih anak anak mengambil keputusan dan menerima konsekuensi keputusan yang mereka ambil tersebut”.

Langkah langkah melatih anak mengambil keputusan saya dokumentasikan di bawah ini:

1.Menjelaskan secara detail tentang semua kegiatan luar sekolah tersebut.
Contohnya: kalau ikut cooking class, nanti kakak akan belajar membuat kue, membuat makanan. Kalau sudah terlatih dari kecil, nanti pas sudah besar bisa bikin kue, nanti bisa ngasih ummi deh. Trus kakak bisa ngajarin orang lain juga buat kue. Trus kue itu bisa dijual, nanti uangnya ditabung sehingga bisa sedekah dan beli kebutuhan kakak sendiri. Dan seterusnya. Catatan: ini hanya contoh saja. Diperlukan kreatifitas dalam menjelaskan ke anak dalam hal ini.

Berikan mereka dorongan agar mau bertanya lebih dalam, terutama mengenai konsekuensi ketika mereka memilih hal tersebut, sehingga mereka sadar pilihan mereka dan apa yang dihasilkan apabila mereka memilih sesuatu.

2.Memberikan semangat kepada mereka.
Setelah mereka memahami semuanya, maka doronglah mereka untuk memilih sendiri apa kegiatan yang menurut mereka bagus dan mereka menyukainya. Usahakan jawaban anak tidak seperti ini,”ah, aku mah terserah mama aja ah.. habis semuanya enak sih”. Dorong mereka dengan lembut tapi tidak dengan terlalu menekan mereka, berikan motivasi  ke anak. Diperlukan ide, seni, dan kreatifitas dalam berbicara kepada mereka. 

3.Memberikan pujian kepada mereka.
Contohnya: Alhamdulillah, akhirnya kakak pilih ini…. Ummi tahu kakak akan pilih ini, soalnya kan kakak sangat senang aktifitas ini di rumah. Ummi sangat mendukung kakak… Mudah mudahan bermanfaat ya kak….

Itulah catatan dari saya yang sengaja saya dokumentasikan di sini, mudah mudah bermanfaat.

Catatan:
Akhirnya kakak memilih kegiatan bahasa dan science club sedangkan adik memilih art dan science club.