Monday, August 19, 2013

Bagaimana melatih anak berani dan tanggung jawab serta tangguh?

Melanjutkan catatan tentang keberanian pada anak sebelumnya, terdapat kisah menawan:

Suatu hari ‘Umar bin Khathab radhiyallahu’anhu menyusuri jalan saat beliau sudah menjadi amirul mukminin. Di tengah jalan terdapat sekumpulan anak-anak yang sedang berjalan. Ketika mereka melihat Umar, maka semuanya lari menyingkir kecuali satu saja, yaitu Abdullah bin Zubair. Umar merasa heran terhadapnya dan kemudian menanyakan kepadanya mengenai sebab mengapa ia tidak turut lari menyingkir. Dia menjawab, “Saya tidak punya kesalahan yang mengharuskan lari dari Anda, dan saya juga tidak merasa takut kepada Anda yang mengharuskan saya meluaskan jalan untuk Anda.”

Itulah salah satu contoh hasil pendidikan sahabat nabi kepada anak putranya sehingga menjadi pemberani. Kita harus mencontoh mereka agar anak kita juga mempunyai sifat pemberani.

Di bawah ini adalah contoh pendidikan dan latihan agar anak laki laki kita menjadi tangguh, jantan, pemberani. Berani dalam bersikap, berani dalam bertindak, berani dalam berekspresi dan mengungkapkan pendapat, berani dalam mengambil keputusan, berani dalam membela kebenaran.

Beberapa pendidikan dan latihan agar putra anda berani:

-ajak anak kita untuk ikut dalam majelis atau pertemuan orang dewasa sambil mengarahkannya untuk duduk dan menjawab yang sopan bila ditanya, serta menghormati orang yang lebih tua dengan lebih dahulu mengucapkan salam dan bersalaman dengan mereka.

-mengajari anak kita dan membiasakannya adab adab bertemu orang yang lebih tua seperti mengucapkan salam kepadanya, menghormatinya, senyum padanya, menjawab pertanyaannya, dan seterusnya.

-Jika ada tamu (tetangga atau kerabat abi atau umminya), jika tidak ada pembicaraan yang khusus dan anak anak boleh mendengarnya, ajak anak kita untuk turut serta dalam memuliakan tamu. Ajarkan mereka adab menerima tamu , seperti menjawab salam, mempersilakan masuk atau duduk, menyiapkan hidangan untuk tamu, bertanya kabar kepada tamu,  menjawab pertanyaan tamu, atau diam mendengarkan tamu berbicara.

-Bacakan kisah kisah generasi terbaik pendahulu yang pemberani, seperti usamah bin zaid, Khalid bin walid, Hamzah bin Abdul Muthalib, dan seterusnya.

-Ajak anak anak kita untuk berolahraga seperti memanah, berenang, berkuda, beladiri, dan lain lain.

-Jangan merendahkan atau menghina hasil usaha anak kita apalagi di depan orang banyak, sebaliknya orang tua harus mendukung anak. Bila terdapat kekurangan (dan ini hal yang wajar), maka nasehati serta beri masukan dengan lembut dan secara empat mata.

-Jangan memakaikan anak putra kita pakaian wanita seperti pakaian yang terbuat dari sutera dan perhiasan dari emas.

-Memotivasi anak laki laki kita terutama yang sudah kelas tiga ke atas untuk berani adzan di masjid dekat rumah, menjadi ketua kelas di sekolahnya, menjadi pelopor untuk kegiatan seperti TPA (taman pendidikan Al quran) seperti mengajak teman temannya di lingkungan sekitar rumahnya, dan seterusnya.

-Jangan biarkan anak kita mengisi waktu luang dia dengan hal yang sia sia yang dapat menyebabkan mereka malas untuk berbuat dan berusaha.

-Jangan biarkan anak kita mendengarkan nyanyian dengan syair yang merusak jiwa, tontonan yang melemahkan semangat, sebaliknya perdengarkan dia bacaan Alquran yang membuat semangat jiwa.

-Jangan turuti semua kemauannya agar tidak hidup bermewah mewah, sebagai latihan beri syarat untuk mendapat apa yang diinginkannya sehingga dia belajar merasakan perjuangan untuk mendapatkan sesuatu, mempunyai pengalaman untuk menjalani proses,  dan pandai bersyukur terhadap apa yang telah diraihnya. 

Itulah contoh contoh latihan dan pendidikan untuk menumbuhkan keberanian pada diri anak kita.