Sunday, December 2, 2012

Pekan UAS

Baru saja menghela napas untuk kemudian melakukan aktifitas lanjutan, ternyata pekan ini sudah dimulai ujian akhir semester. Yang sibuk bukan hanya anak anak, akan tetapi abi dan ummi nya.. Mulai dari koordinasi dengan guru, menyiapkan bahan, menyiapkan infrastruktur untuk ujian di rumah, dan sebagainya. Maklum pengalaman pertama Homeschooling dan pengalaman pertama ujian dengan system distance learning.
Sebenarnya kami sudah mendapatkan bahan ajar dari sekolah sebelumnya. Jadi memang kami fokus belajar dari situ. Akan tetapi karena kami mendaftar di sekolah payung yang baru, yang memang ada beberapa perbedaan bahan ajar, jadinya kami harus menyiapkan hal itu juga.
ujian-akhir-semester
 
Apapun hasilnya, kami serahkan kepada Allah. Kami sudah ikhtiar untuk menanamkan pemahaman bahan ajar kepada anak anak. Dan anak anak sepertinya sudah belajar. Untuk kali ini, kami tidak akan menjustifikasi atau melihat dari angka angka hasil ujian mereka. Kami sadar, ini kali pertama mereka hidup di lingkungan baru, cara belajar baru, serba baru.
Yang kami lihat dan nilai adalah kemampuan mereka beradaptasi. Alhamdulillah, kami menilai, mereka mampu beradaptasi dengan cepat, belajar dengan baik di lingkungan yang sama sekali berbeda. Mereka mampu beradaptasi dengan cepat. Mengapa saya sebut cepat? Bayangkan saja, ketika kami berangkat ke negeri sebrang tanggal 9 november, flight malam. Pagi sampai siang harinya mereka masih sekolah, bahkan ghayda masih ujian kelulusan tahfizh 2.5 juz di sekolahnya, si Azka masih belajar di ruang kelas bersama teman temannya, si Ahmad masih juga masuk sekolah. Kemudian, malam harinya mereka sudah harus pergi berpetualang ke negeri sebrang, besoknya sudah mulai belajar yang tadinya belajar bersama teman di ruang kelas, jam yang fix, menjadi belajar sesuai dengan waktu yang diinginkannya, belajar dimana saja (di dapur, di ruang tamu, di kamar, dimana saja).
Kami melihat bahwa orang dewasa saja, ada yang tidak mampu beradaptasi dengan cepat seperti itu. Masya Allah Laa quwwata illa billah… Jadi jika hasilnya yang berupa nilai ada yang kurang, Insya Allah kami bisa menerima, semoga dikali yang kedua akan lebih bagus lagi, seperti hasil yang mereka peroleh di sekolah konvensional sebelumnya.
Untuk sekarang kami focus untuk menanamkan karakter positif, akhlaq yang dicontohkan Rasul kepada mereka, seperti bertanggung jawab, mandiri, disiplin, kemampuan beradaptasi, kemampuan bersosialisasi, kejujuran (nah, ujian akhir dengan system distance learning ini sebenarnya menguji kejujuran kita, karena tidak ada guru yang mengawasi langsung pada saat ujian ini melainkan orang tuanya sendiri). Akan tetapi, jika hasil ujiannya memuaskan, wah, kami sangat bahagia sekali... Semoga…