Wednesday, August 21, 2013

Buah dari hubungan baik orang tua dengan anak

surat luqman ayat 14
Pernahkah anda bayangkan seorang ibu kepayahan dalam mengandung anak selama sekitar sembilan bulan lamanya, kepayahan itupun bertambah dan semakin bertambah. Puncaknya adalah ketika ibu akan melahirkan, rasa sakit terus bertambah antara hidup dan mati. Akan tetapi ketika melihat bayinya keluar dan menangis, hilang semua derita itu. Sebagai penggantinya, senyum merekah dari bibirnya seraya mengucap hamdalah dan perasaan puas serta syukur kepada Rabb yang Maha Pencipta. Itulah hubungan erat pertama antara ibu dan anaknya setelah keluar dari kandungannya, yang hubungan itu akan diteruskan dengan menyusuinya selama sekitar dua tahun. Kemudian ibu bersama ayah memeliharanya, mendidiknya, bersamanya dan terus begitu hingga sang anak dewasa dan sang anak berpamitan pergi untuk mengayuh rumah tangganya sendiri dengan tambatan hatinya.

Ibu yang mempunyai empati terhadap anak biasanya mempunyai hubungan yang baik dengan anaknya. Ini akan membuat anak perempuannya akan menjadikan ibunda sebagai model, anak akan  menirunya, dan belajar darinya bagaimana menjadi seorang ibu. Anak laki lakinya akan belajar bagaimana cara merawat dan mengasihi anak anaknya. Ini adalah fitrah. Maka ketika kita membelikan mereka boneka, lihatlah naluri anak terutama anak perempuan kita. Kita akan melihat mereka memandikan bonekanya, memakaikan pakaian untuknya, menyuapkan makanan ke mulutnya, dan seterusnya. 

Akan lebih mudah menanamkan motivasi positif jika seorang ayah mempunyai hubungan baik dengan putranya. Anak akan melihat keteladanan ayahnya. Tanpa diajak, seringkali anak akan meminta ikut ke masjid ketika sang ayah berjalan ke masjid ketika azan. Tanpa diminta, seringkali anak akan membantu (walaupun seringkali lebih banyak main air) ketika melihat ayahnya mencuci mobil.  

Itulah contoh akibat ayah dan ibu yang mempunyai hubungan baik dengan anak anaknya. Sebaliknya apa akibat orang tua yang mempunyai hubungan yang kurang baik dengan anak anaknya? Salah satu jawabannya adalah di bawah ini yang saya catat dari berbagai media (buku dan kisah di majalah), yaitu hubungan yang kurang baik adalah salah satu penyebab sebagian besar kenakalan remaja. 

Setiap anak mendambakan dapat curhat dengan orang tua ketika mereka mengalami masalah dalam keseharian mereka. Namun apabila orang tua dengan alasan repot, tidak ada waktu, atau tidak tahu caranya berkomunikasi dan empati sehingga orang tua tidak bisa memenuhi harapan sang anak, maka anak akan mencari tempat curhat di luar rumah. Mereka akan mencari alternatif di luar, Alhamdulillah jika mereka menemukan orang yang baik dan shalih sehingga dia dapat mengarahkan anak kita ke jalan yang baik, tapi jika anak menemukan orang yang buruk untuk dijadikan curhat? Wallahul musta’an. Itulah salah satu akibat dari tidak baiknya hubungan antara orang tua dengan anak.