Friday, October 12, 2012

Persiapan awal homeschooling

Sebenarnya persiapan untuk memulai homeschooling sudah dimulai dari beberapa tahun yang lalu. Akan tetapi belum ada keberanian untuk berevolusi untuk melakukannya seratus persen. Saya menerapkannya hanya sebatas mengajarkan anak anak selepas sekolah atau di hari libur.

Persiapan awal homeschooling
Pada waktu itu, saya sudah mulai mengenal beberapa komunitas homeschooling di Indonesia, saya ikut di mailing listnya. Sehingga saya tahu garis besar aktifitas pembelajaran anak anak. Sayapun memulai mengikuti seminar parenting, mengumpulkan buku buku bertema pendidikan (dan membacanya tentu) lalu sedikit demi sedikit mempraktekkannya di keseharian.  

Beruntung, tidak lama setelah itu ada copy darat member sebuah komunitas homeschooling. Tanpa berpikir panjang, saya dan istri beserta anak anak mendaftar acara itu, dan kami aktif di dalamnya. Setelah melihat anak anak HS, tingkah polah mereka, kecerdasan mereka, keshalihan mereka, semakin kuat tekad saya untuk menerapkannya di keluarga saya. Akan tetapi, seiring dengan berjalannya waktu, tekad itu meluntur setelah bertambah kesibukan di kantor dan usaha sampingan saya.

Alhamdulillah, setelah beberapa bulan mencicipi kehidupan sebagai full wirausahawan, akhirnya saya memutuskan untuk menerima pekerjaan (alias menjadi karyawan lagi) di luar negeri. Setelah konsultasi dengan senior yang sudah lama di sana mengenai lingkungan sekolah dan pendidikan di sana, saya memutuskan untuk memilih homeschooling. 

Dan petualanganpun dimulai. Persiapan pertama adalah menjadi member di sebuah komunitas yang akan membantu kita mengadakan ujian akhir nasional (kerja sama dengan sekolah payung). Dengan mengikuti komunitas tersebut, anak anak kita bisa mengikuti ujian, mendapat raport, dan UAN. Kami memilih member online (jarak jauh). 

Persiapan kedua adalah memilih kurikulum. Untuk kurikulum agama Islam, saya memilih kurikulum dari sekolah anak anak saya yang sekarang (sebuah SDIT yang bermanhaj yang shahih). Sedangkan untuk kurikulum nasional, saya juga memakai buku pegangan sekolah mereka ditambah buku dari komunitas homeschooling sebagai pengayaan latihan.

Saya telah menemukan kurikulum bahasa arab dan bahasa Inggris, science, dan art. Alhamdulillah. Insya Allah tinggal menunggu waktu saja karena sementara ini anak anak masih ujian tengah semester di sekolahnya. Setelah itu, kita akan berpetualang bersama melakukan ikhtiar untuk kebaikan di dunia dan di akhirat. Yang perlu diingat adalah saya tidak boleh menyandarkan hanya kepada ikhtiar saya saja, akan tetapi yang paling utama adalah bersandar kepada Allah, meminta kemudahan urusan kepada Nya.

Bismillah, mudah mudahan perjalanan ini membuahkan kesuksesan di dunia dan di akhirat.