Sunday, July 7, 2013

Kegiatan Ramadhan – belajar adab makan

Generasi Salafus shalih mencontohkan kepada kita bahwa bulan Ramadhan adalah bulan produktif, produktif dalam beramal shalih, belajar, bekerja, dan seterusnya. Oleh karena itu, jangan biarkan waktu anak anda kosong pada bulan Ramadhan ini. Lakukanlah aktifitas positif, sehingga tanpa terasa mereka menjumpai waktu maghrib untuk berbuka puasa. Kegiatan Ramadhan yang saya share kali ini adalah belajar adab makan.

Ada banyak hadits mengenai adab makan, akan tetapi yang kami ajarkan kepada anak itu bertahap, dimulai dari yang mudah untuk mereka amalkan. Akan lebih mudah lagi jika kita belajar dan langsung mempraktekkannya bersama anak. Hal ini akan lebih membekas di hati anak.

Adab makan yang dapat diajarkan kepada anak adalah:

-Membaca Bismillah sebelum makan.

Hal yang harus diingat dan dipraktekkan secara konsisten sejak dini adalah membaca Bismillah sebelum makan/minum. Hal ini mudah, dan kita bisa langsung praktek mengamalkannya ketika sahur dan berbuka.

-Makan dengan tangan kanan.

Hal ini juga harus dibiasakan sejak dini. Jika kita melihat anak kita makan atau minum dengan tangan kiri, ingatkan mereka dengan sabar dan pelan untuk menggunakan tangan kanan. Sebagai orang tua, janganlah lupa memperhatikan mereka hal yang mendasar ini sehingga mereka terbiasa melakukan hal ini.

-Makanlah makanan yang berada di dekatmu.

Kita sebagai orang tua juga harus mensupport anak agar menaruh makanan kesukaan mereka di dekat mereka. Biasakan juga agar memulai makan dari pinggir piring lalu ke tengah. Hal ini tampak sepele, tapi itulah adab yang diajarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika makan.

Untuk ketiga point di atas terdapat pada Hadits riwayat Bukhari yang maknanya kurang lebih sebagai berikut:

"Wahai anakku, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang berada di dekatmu..."

-Bagaimana jika lupa membaca basmalah?

Jika benar benar lupa, dan kita baru ingat ditengah waktu kita makan, maka ucapkanlah:

بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

Aisyah radhiyallahu ‘anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika salah satu kalian hendak makan, maka hendaklah menyebut nama Allah. Jika dia lupa untuk menyebut nama Allah di awal makan, maka hendaklah mengucapkan bismillahi awalahu wa akhirahu.” (HR Abu Dawud no. 3767 dan dishahihkan oleh al-Albani)

-Makan dan minum dalam keadaan duduk

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang sambil minum berdiri. (HR. Muslim no. 2024, Ahmad no. 11775)

Dari contoh di atas jelas bahwa kalau kita makan atau minum, kita harus dalam keadaan duduk. Kecuali jika minum air zam zam, karena ada keterangannya dari Rasulullah:

Dari Ibnu Abbas beliau mengatakan, “Aku memberikan air zam-zam kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka beliau lantas minum dalam keadaan berdiri.” (HR. Bukhari no. 1637, dan Muslim no. 2027)

-Jangan meniup makanan dan minuman

Hal ini juga harus menjadi perhatian orang tua, apalagi ketika makanan atau minuman terhidang dalam keadaan panas. Anjurkanlah mereka untuk bersabar menunggu makanan itu agak dingin, atau dapat menggunakan kipas yang bersih dan tidak berdebu untuk mendinginkan makanan.

Satu hal lagi adalah ketika minum, janganlah bernapas dalam gelas. Bagaimana caranya? Usahakan kita bernapas dulu sepuasnya, lalu minum. Ini ada keterangannya yaitu:

Apabila kalian minum janganlah bernafas di dalam gelas, dan ketika buang hajat janganlah menyentuh kemaluan dengan tangan kanan… (HR. Bukhari 153)

-Mengucapkan hamdalah ketika selesai makan

Ini juga harus menjadi perhatian serius bagi orang tua agar membiasakan anak mereka tentang adab makan ini. Banyak faidah yang kita dapat. Ada dua doa yang dicontohkan Nabi ketika selesai makan, yaitu:

1.Cukup mengucapkan Alhamdulillah.

Hal ini mudah bagi anak untuk dipraktekkan. Tentang mengucapkan hamdalah ini sesuai dengan contoh Nabi, yaitu:

إِنَّ اللَّهَ لَيَرْضَى عَنِ الْعَبْدِ أَنْ يَأْكُلَ الأَكْلَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا أَوْ يَشْرَبَ الشَّرْبَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا

Sesungguhnya Allah Ta'ala sangat suka kepada hamba-Nya yang mengucapkan tahmid (alhamdulillah) sesudah makan dan minum” (HR. Muslim no. 2734)

2.Doa yang agak panjang.

Doa ini dapat diajarkan jika anak sudah dapat menghapal ayat ayat yang panjang atau doa doa yang panjang. Doa nya adalah:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَطْعَمَنِى هَذَا وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّى وَلاَ قُوَّةٍ

(Alhamdulillahil ladzii ath’amanii hadzaa wa razaqaniihi min ghairi haulim minnii wa laa quwwah)

Sebagaimana keterangannya terdapat di :

مَنْ أَكَلَ طَعَامًا فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَطْعَمَنِى هَذَا وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّى وَلاَ قُوَّةٍ. غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِه

Barang siapa yang makan makanan kemudian mengucapkan: “Alhamdulillaahilladzii ath'amanii haadzaa wa rozaqoniihi min ghairi haulin minnii wa laa quwwatin” (Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini, dan merizkikan kepadaku tanpa daya serta kekuatan dariku), maka diampuni dosanya yang telah lalu." (HR. Tirmidzi no. 3458. Tirmidzi berkata, hadits ini adalah hadits hasan gharib. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Terakhir, mari biasakan anak anak dengan doa berbuka puasa yang dicontohkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hal ini bisa dipelajari pada saat siangnya, diulang ulang beberapa kali, Insya Allah sewaktu berbuka anak kita hapal doa ini sehingga mereka langsung mempraktekkan doa ini ketika berbuka. Adapun doanya adalah:

ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

(dzahaba zhama’ wabtallatil ‘uruuq wa tsabatil ajru Insya Allah)

“Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah diraih pahala, insya Allah.” ( Riwayat Abu Daud [2/306, no. 2357])

Inilah salah satu kegiatan Ramadhan dengan aktifitas yang produktif di bulan Ramadhan yaitu belajar.
Dokumentasi terkait: