Thursday, July 18, 2013

Contoh kalimat dan sikap empati

Buku contoh empati mendidik anak
Pada catatan sebelumnya tentang contoh praktek empati , saya akan mendokumentasikan apa yang telah saya dapat dari buku yang berjudul Bersama Rasulullah mendidik generasi idaman buah karya Doktor Fadhl Ilahi. Apa yang saya dapat adalah beliau mencontohkan kita bagaimana bersikap empati dan mencontohkan kalimat empati. 

Ohya, pada catatan sebelumnya saya mencontohkan kalimat kalimat yang tidak empatik dan menggantinya dengan kalimat dan sikap empatik pada dua kesempatan atau dua moment. Sekarang saya akan menuliskan contoh sikap empati.





Contoh sikap empati

1.Menyambut dengan hangat kepada anak yang bertanya
Jika biasanya anak kita agak malas disuruh belajar tapi suatu hari ia menjadi rajin belajar, janganlah berkata,”tumben nak baca buku…. Gitu dong dari dulu…”

Sebagai penggantinya adalah ucapan sambutan hangat kepada mereka, sebagaimana Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam contohkan kepada kita ketika beliau menyambut Shafwan Al Muradi ketika Shafwan berkata kepada beliau,”Wahai Rasulullah sesungguhnya aku datang dalam rangka menuntut ilmu. Lantas beliau berkata,”Selamat datang penuntut ilmu. Sesungguhnya penuntut ilmu akan dikelilingi malaikat dengan sayap mereka”


contoh-empati-sambutan-hangat

Sambutan hangat yang sangat empatik ini membuat anak semakin termotivasi untuk terus belajar dan bertanya serta berkomunikasi dengan orang tua.

2.Mendekati anak ketika berbicara dengannya.
Kadang kita menganggap hal ini adalah persoalan sepele, bahkan kita pernah menginstruksikan sesuatu kepada anak ketika kita sedang di ruang tamu sedangkan anak berada di kamarnya sambil bersuara keras.

Anda dapat merasakan bedanya ketika berbicara terutama ketika sedang memberikan motivasi padanya, diwaktu posisi anda lebih dekat kepadanya. Ada pengaruh positif kedekatan jarak antara orang tua dan anak yaitu pemahaman dan penerimaan terhadap pembicaraan tersebut.

Oleh karena itu, ketika anda ingin berkomunikasi, bukalah dengan kalimat pembuka seperti,”kemarilah anakku Ahmad, Ummi mau beri tahu sesuatu yang sangat bagus untukmu”.

3.Menghadap ke arah anak ketika berbicara dengannya
Inilah adalah contoh sikap empati yang harus kita biasakan, karena hal ini adalah salah satu faktor yang mempengaruhi efektifitas komunikasi. Marilah kita lihat bagaimana Rasulullah mencontohkan sikap ini ketika beliau menghadapkan wajahnya kepada para sahabat ketika memberi pelajaran penting.


empati menghadap lawan bicara

4.Menyentuh tubuhnya
Contoh sikap ini terkait dengan sikap nomor dua dan tiga, karena bagaimana mungkin kita akan memegang tangannya jika ketika berbicara jarak antara kita dan anak kita itu jauh.



Dengan menyentuhnya akan menimbulkan rasa simpati pada diri anak, lihatlah bagaimana Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mencontohkan sikap simpatik ini dengan hadits di bawah ini:

Contoh satu:
Memegang tangan sahabat beliau ketika ingin memberi tahu informasi yang berharga.


contoh simpatik memegang tangan anak

Contoh dua:
Menepuk bahu sahabat beliau sebelum memberikan nasihat.


sikap simpatik menepuk bahu anak

5.Berbicara dengan jelas dan perlahan
Terdapat kisah yang mulia yang dapat kita baca pada buku sirah Nabi bahwa beliau tidak pernah tergesa gesa dalam melafalkan kalimat ketika memberikan penjelasan kepada sahabatnya. Beliau memberi jeda intonasi pada setiap ucapannya, dan itu semua diucapkan beliau secara jelas.


Sikap ini penting untuk kita latih dalam bekomunikasi kepada anak kita agar mereka dapat memahami dan merenungi setiap perkataan yang keluar dari mulut kita. 

Coba bayangkan jika kita mengucapkan sesuatu dengan terburu buru tanpa intonasi yang jelas, bagaimana anak paham akan maksud kita dan bagaimana mereka merenungi pesan yang kita sampaikan?

Dalam hal ini Imam Abu Dawud dari Jabir (semoga Allah meridhai beliau) memberikan informasi kepada kita tentang contoh sikap ini:


simpatik-berbicara-jelas-dan-perlahan



6.Mengulang ulang informasi yang penting untuk disampaikan.
Sikap ini terkait dengan sikap nomor lima. Disamping kita berbicara secara jelas dan tidak tergesa gesa, maka kita harus pula mengulang pembicaraan kepada anak jika ada suatu informasi yang dianggap penting.


Hal ini perlu dilakukan agar pesan tersebut menancap kuat di dalam sanubari anak, kita harus mempraktekkan ini apalagi jika kita akan memberikan nasehat dan motivasi penting kepada anak.

Dalam contoh sikap ini Rasulullah mengajarkan kepada kita ketika beliau mengulang informasi yang penting, seperti di bawah ini.


contoh empati - mengulang informasi penting

Itulah contoh sikap empati yang diajarkan Rasulullah ketika mendidik para sahabat beliau yang dapat kita praktekkan kepada anak anak kita. Saya tak bosan bosannya menginformasikan jika pembaca yang mempunyai contoh sikap empati atau sikap simpatik melalui komentar untuk menambah wawasan kita semua. 


Cari dokumentasi pembelajaran lain?