Thursday, December 12, 2013

Waktu

orang-yang-menyesal-di-akhirat
 
Waktu berlari cepat. Dia tidak akan menunggumu yang tetap duduk santai di kursi kemalasan. Dia tidak akan kembali ketika perasaan menyesal menghinggapi dirimu karena tidak melakukan hal yang bermanfaat. Begitu pentingnya dia sehingga Allah Ta'ala bersumpah dengannya di dalam surat Al-Ashr. Oleh karenanya generasi terbaik ummat ini begitu memanfaatkan dia dengan mengisinya dengan hal hal yang bermanfaat untuk kehidupan dunia dan kehidupan akhirat nanti.
 
Itulah ujaran hati ketika saya dan keluarga telah menikmati dua kali musim dingin di negeri seberang. Rasanya baru kemarin, ketika saya melihat sikecil menggigil kedinginan ketika kami bermain di sebuah taman nan elok pada suatu sore ba'da Ashar. Ternyata, hari ini kami menikmati musim dingin kembali di tempat yang sama dengan suasana yang agak berbeda. Iya, berbeda.. Sebab si kecil sudah bisa berbicara yang kami mengerti artinya, si sulung sudah mulai mendekati masa masa penting dalam hidupnya. Jika dia dapat melewati masa itu dengan baik, Insya Allah dia dapat melangkah ke tahapan selanjutnya. Oleh karena itu, pada masa ini saya harus memanfaatkannya dengan menanamkan aqidah dan menghujamkan hal yang penting ke dalam hatinya. Tentu saja saya tidak bergantung hanya kepada ikhtiar saya dalam mendidiknya, akan tetapi bergantung kepada Allah Yang Maha Pemberi Petunjuk. Hal lain yang penting dalam kesuksesan pendidikan anak adalah keshalihan orang tua dan senantiasa mendoakan anak agar selamat dunia dan akhirat.
 
Senyum adalah ekspresi saya ketika itu. Ketika si sulung yang baru saja usai mengerjakan ujian akhir kelas empatnya, tiba tiba bertanya tentang haidh dan segala pernak perniknya. Akhirnya kita membahas tentang tata cara mandi wajib jika haidh sudah bersih, tentang orang yang sudah baligh, mengenai orang yang baligh dia akan mulai terkena beban ketentuan syariat (mukallaf). Disambung dengan sedikit nasihat tentang kehidupan ketika beliau sudah tinggal jauh dari orang tua kelak. Hmmm... setelah bercengkrama dengannya, saya merebahkan diri, lagi lagi berujar dalam hati, rasanya baru kemarin mengganti popok dan menggendongnya....
 
Roda kehidupan terus berputar, dan akan terus berputar sampai akhirnya diwafatkan oleh Allah Ta'ala. Pertanyaannya apakah disaat itu kita termasuk golongan orang yang menyesal atau golongan orang yang selamat? Jika memilih berada di jalan golongan orang yang selamat, marilah kita sama sama memanfaatkan waktu dan mengisinya dengan hal yang bermanfaat untuk kehidupan akhirat kelak.
 
Semoga kita tidak termasuk kedalam orang orang yang menyesal, seperti yang Allah Ta'ala firmankan di dalam surat Al-Munafiqun ayat 10-11 di atas.