Sunday, May 12, 2013

Faktor terpenting dalam pendidikan karakter anak

Melanjutkan catatan yang sudah didapat dari membaca buku dan artikel yang sudah saya rangkum dalam tulisan skala prioritas dalam belajar, saya tulis artikel ini sebagai pengingat bagi saya pribadi. Temanya adalah faktor utama suksesnya pendidikan karakter anak.

Saya simpulkan pada paragraf awal, faktor utama dalam menjadikan anak berkarakter yang baik adalah keshalihan orang tua dan orang tua yang berusaha menjauhi maksiat

Sewaktu khutbah jumat, Ustadz menjelaskan tentang surat Alkahfi ayat 82, yang arti atau maknanya kurang lebih sebagai berikut:


"Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu; dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya."


Ayat ini adalah salah satu peristiwa yang diceritakan antara Nabi Musa 'alaihi salam dengan seorang yang diberi 'ilmu oleh Allah. Ustadz menjelaskan salah satu faidah cerita di atas adalah buah dari keshalihan orang tua adalah Allah Ta'ala akan menjaga keturunannya dengan sebaik baik penjagaan seperti menjadikan anak mereka menjadi anak shalih, menjaga hartanya, keamanan, dan selainnya.

Kesimpulannya jika orang tua ingin anak mereka menjadi shalih dan berakhlak baik, jangan hanya fokus kepada pendidikan karakter mereka semata, akan tetapi yang utama adalah lihat diri sendiri dulu apakah keadaan kita sebagai orang tua sudah shalih, melaksanakan ketaatan dan menjauhi perbuatan maksiat? 

Khutbah diakhiri dengan motivasi kepada para orang tua , sibukkan diri kita sebagai orang tua dengan berbagai ketaatan dan amalan shalih serta mendoakan kebaikan anak anak kita. Jangan lupa menjalankan sebab dengan berikhtiar mendidik anak anak akhlak yang baik. Salah satu cara efektif dan mengena untuk anak adalah keteladanan orang tua. Contohnya: Bagaimana mungkin menyuruh anak agar shalat di masjid, akan tetapi sang ayah jarang shalat di masjid?

Setelah keteladanan, ikhtiar atau usaha yang dapat dilakukan orang tua adalah bercerita tentang kisah mulianya akhlak Nabi, sahabat, dan generasi salaf (terdahulu) lainnya. Contoh lainnya adalah memberikan mereka buku buku bacaan tentang akhlak, setelah membaca diskusikan bersama dan berusaha untuk mempraktekkan bersama.