Thursday, January 10, 2013

Dialog insidentil

Salah satu nikmat yang dikaruniakan Allah kepada para orang tua adalah bisa melihat dan membantu tumbuh kembang anak dan dapat berinteraksi dengan mereka secara kuantitatif maupun kualitatif. Allah menciptakan manusia dan memberikan nikmat lain yaitu akal untuk berpikir. Alhamdulillah bisa melihat mereka dalam proses berpikir, terbukti dari banyaknya pertanyaan pertanyaan mendasar sampai pertanyaan yang membuat kami sebagai orang tuanya tersenyum, berpikir keras untuk memberi jawaban sesuai dengan usia mereka, bahkan pernah kami sempat terhenyak dengan pertanyaan pertanyaan tak terduga dari mereka.
 
Banyak pertanyaan, dari yang membuat geli sampai yang serius. Di bawah adalah salah satu dokumentasi pertanyaan dan jawaban, siapa tahu pembaca bisa menambahkan jawaban yang kami jawab sebagai bahan pengayaan bagi kami. Pada tulisan ini, sengaja saya catat satu pertanyaan saja, karena kalau ditulis semua, mungkin akan jadi sebuah buku. Hehehe.. Tapi Insya Allah, kami akan menulis pertanyaan lain buat dokumentasi.
Inilah dialog itu:
Dialog ini terjadi ketika Abi dan Ahmad berjalan ke masjid untuk shalat Ashar, ketika itu mereka membawa plastik berisi kumpulan sampah dari rumah. Ketika sampai di tempat sampah dan membuang sampah tersebut, Ahmad memulai percakapan.
Ahmad: Kenapa sih Bi, kita harus buang sampah di tempat sampah?
Abi: (Sedikit berpikir keras sambil bergumam, hmmmmm) Ahmad kan sudah hapal “Sesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan”. Coba ulangi deh…
Ahmad: (berusaha mengingat sesuatu) lalu berkata,”Innallaha jamiilun, yuhibbul Jamaal”
Abi: Nah, anak yang shalih adalah anak yang melakukan perbuatan yang dicintai Allah. Kalau buang sampah sembarangan, lingkungan akan jelek, betul kan Ahmad?
Ahmad: (mengangguk)
Abi: Nah, kalo kita buang sampah di tempat sampah, maka lingkungan jadi bersih dan indah. Betul kan Ahmad?
Ahmad: (kembali mengangguk.)
Abi: Jadi, kalo lingkungan jadi bersih dan indah, Allah akan mencintai kita. Kalo Allah mencintai kita jadi gimana Mad?
Ahmad: masuk surga……
Abi: Alhamdulillah… Abi seneng Ahmad sudah tahu kenapa kita harus buang sampah di tempat sampah…
Dialog berakhir….
Sebenarnya abi masih mau menjelaskan lebih dalam lagi efek negatif akibat membuang sampah sembarangan seperti sumber penyakit, banjir, dan lain lain… Tapi keburu sampai masjid…..
 
Para pembaca, silakan menambahkan jawaban di comment jika mempunyai jawaban lain yang cocok untuk anak anak… Buat nambah variasi jawaban jika ditanya hal yang sama di kali lain…. J