Tuesday, January 1, 2013

Tidak boleh melarang anak??

bolehkah-melarang-anak
Ada beberapa teori dari pakar pendidikan barat yang menyebutkan bahwa agar anak tidak bersifat penakut maka orang tua tidak boleh berkata “jangan” kepada anak. Artinya tidak boleh melarang dan membiarkan anak bebas melakukan aktifitasnya sesuai dengan kehendak hatinya.
Teori ini dimodifikasi oleh beberapa pakar yang saya dengar di seminar parenting di Indonesia. Mereka sebenarnya setuju untuk tidak berkata “jangan”, tapi kalimatnya diganti dengan kalimat positif lainnya. Contoh: ketika anak sedang memanjat pohon di depan rumah, biasanya orang tua refleks berkata,”Nak, Jangan panjat pohon itu!”. Pakar ini menyarankan memilih kalimat pengganti yang positif, seperti,” Nak, ibu lebih suka kamu bantu ibu sekarang, yuuk kita menyiram bunga ini”.
Setelah membaca buku pendidikan cara Rasulullah (buku buku tersebut sudah saya posting sebelumnya di pendidikan karakter sejak dini), maka saya mengetahui bahwa di dalam Al qur’an dan hadits terdapat kata larangan. Contoh larangan yang terdapat dalam Al quran:
Allah Ta’ala berfirman:
وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ
Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri” (QS. Lukman: 18)
Contoh larangan yang terdapat dalam hadits:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Namun, keduanya tetap memiliki kebaikan. Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah. Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.’ Akan tetapi hendaklah kau katakan: ‘Ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena perkataan law (seandainya) dapat membuka pintu syaithon.” (HR. Muslim)
Kesimpulannya adalah kita boleh melarang anak anak kita agar tidak melakukan sesuatu yang buruk. Dari contoh di atas, kita sudah mempelajari bahwa setelah kata larangan (setelah berkata tidak atau jangan), kita harus menyertakan penjelasan lebih detail yang menyertainya. Bisa juga menambahkan dengan pembanding yang kuat atau setelah larangan kita tambahkan alternatif pengganti yang baik.
Mudah mudahan kita dapat mengamalkan ilmu yang sudah kita dapat untuk mendidik anak agar lebih baik lagi.. Aamiin…