Thursday, December 6, 2012

Tadabbur tentang Unta

Pekan ini sudah diselesaikan beberapa soal ujian akhir semester buat anak anak. Insya Allah dilanjut ke pekan depan. Sepertinya mereka ‘agak agak’ jenuh juga, tapi Alhamdulillah mereka tetap semangat mengerjakan soal soal. Mengapa saya bilang agak jenuh? Sebab sewaktu di perjalanan untuk mengambil passport sized photo, mereka bilang,”Ummi habis UAS kita jalan jalan dong”. Lalu Abinya menimpali, “Insya Allah, memang mau kemana? Ke zoo mau gak?” Langsung disambut koor anak anak,”mauuuu”.
Sebelum pekan UAS, kami mengajak mereka melihat unta. Tapi bukan itu yang menjadi tujuan utama, tujuan utamanya adalah berbelanja yang kebetulan pasarnya itu dekat dengan kandang unta. Jadi sekalian deh kita mendekat. Oleh karena itu, kami hanya sedikit menceritakan tentang unta, kisah unta yang disebutkan di dalam Al Quran, dan seterusnya. Insya Allah, sewaktu di zoo nanti, saya akan ceritakan mengenai unta seperti yang ada di dalam surat Asy Syams:
Cerita Nabi Shalih yang diutus kepada kaum tsamud. Nabi Shalih menyerukan dakwah Tauhid kepada kaumnya, dan telah datang tanda sebagai bukti yaitu unta betina. Nabi memberitahu kaumnya agar membiarkan unta itu makan dan minum dan jangan mengganggunya. Ternyata mereka menyembelih unta itu. Karena kesombongan mereka, maka merekapun dia adzab Allah.
Adapun di dalam surat Al Ghaasyiah ayat:17
“Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan”
Insya Allah akan diceritakan deskripsi sekilas tentang unta. Unta itu ada yang berpunuk satu dan berpunuk dua. Kita dapat mengambil susu dan dagingnya. Serta kita dapat menggunakannya karena unta adalah salah satu hewan pekerja (misalnya untuk mengangkat barang atau sebagai alat transportasi). Unta mampu hidup di padang pasir dan mampu tidak makan dan minum selama beberapa hari.

Nah, anak anak, sekarang fokus ke UAS dulu yaaaa.. Ma’an najah…



Catatan terkait : mengajak anak tadabbur quran